🐒 Jenis Bahan Aktif Pestisida Dan Fungsinya
Piridaben merupakan salah satu senyawa aktif yang digunakan dalam pestisida yang tergolong akarisida organoklor. Senyawa ini sebagai insektisida atau racun bagi serangga yang bekerja secara kontak (membunuh langsung). Beberapa jenis pestisida-insektisida berbahan dasar piridaben beserta fungsinya, yaitu: 1. Samite 135 EC.
Berdasarkan perencanaan bahan-bahan yang akan digunakan adalah pipa besi, pelat besi, pipa PVC (Poly Vinyl Chloride), Sprayer knapsack, Pompa sprayer 12 V dan Nozzle. Desain dari rancang bangun sprayer dengan panjang lengan 6 meter memanfaatkan Pompa air DC 12 V yang didesain menggunakan Solidworks dapat dilihat pada Gambar 2 dan Gambar 3
1. Bahan aktif, sebagai : 1.1.Bahan aktif murni 0.58% alfa-sipermetrin 67375-30-8 (bukan bahan teknis) 1.2 Bahan Teknis 0.598% alfa sipermetrin 97.0% 67375-30-8 (Campuran bahan aktif dengan bahan lainnya/ impurities). 2. Pelarut 3. Bahan pembawa 99.302% polietilena 9002-88-4 bahan kelambu 4. Bahan pengisi 5. Bahan pengemulsi 6. Bahan perata 7
jenis pestisida, tanpa memperhatikan kelas bahayanya. Berdasarkan data, 68,6% menggu-nakan 4 jenis pestisida dalam satu kali masa tanam dan yang paling banyak adalah 6 jenis pestisida. Disamping itu dalam pencampuran pestisida dalam sekali pemakaian 3 jenis pes-tisida sebanyak 45,7% dan 4 jenis pestisida ada 34,3% (Yuantari, dkk, 2012).
Tetapi pengaruh pestisida jenis ini hanya berlangsung singkat, karena pestisida karbamat cepat mengurai didalam tubuh. contoh jenis pestisida yang termaksud golongan ini dilihat dari nama bahan aktifnya (insektisida) adalah : Karbaril, Karbofuran, BPMC, MIPC dan Propoksur. (Ir. Rini Widianto,1988.)
IRAC dibentuk dan beranggotakan para peneliti, inventor bahan aktif insektisida, pengembang dan asosiasi industri pestisida. Bertujuan memberikan pengetahuan kepada para pengguna insektisida tentang sifat-sifat ketahanan serangga, mempromosikandan memfasilitasi pengembangan serta penerapan insektisidasecara efektif untuk mendukung pertanian
PESTISIDA MENURUT PENYUSUN BAHAN AKTIFNYA : 1. Pestisida organik : Adalah pestisida yang dalam susunan kimia bahan aktifnya terdapat gugus karbon ( C ). Mayoritas pestisida yang beredar saat ini dari jenis organik seperti golongan organoklorin (yang sebagian sudah dilarang atau dibatasi), organosulfur, organofosfat.
4. Tepung (powder) Komposisi pestisida formulasi tepung pada umumnya terdiri atas bahan aktif dan bahan pembawa seperti tanah hat atau talek (biasanya 50-75 persen). Untuk mengenal pestisida formulasi tepung, biasanya di belakang nama dagang tercantum singkatan WP (wettable powder) atau WSP (water soluble powder). 5.
Banyak sekali jenis merk yang dapat dengan mudah anda temui di pasaran. Menggunakan tenaga pompa dari mesin atau motor, alat ini mampu menghasilkan tekanan tinggi dengan output 8 liter/menit. Di pasaran bisa anda temui kapasitas tangki 15 liter, 20 liter dan 25 liter, dengan kapasitas bahan bakar beragam antara lain 0,5 liter-0,75 liter.
Insektisida dengan bahan aktif Abamektin telah banyak di gunakan oleh para pembudidaya tanaman untuk mengendalikan organisme pengganggu tanaman (OPT), meski harga pestisida dengan kandungan abamectin ini lebih tinggi, tetapi tidak sedikit masyarakat yang tetap memilih menggunakan obat pertanian jenis ini, karena memiliki keunggulan dalam memberantas hama sejenis ulat, dan kutu-kutuan.
Agar aplikasi pestisida pada pertanian efektif, aman dan efisien pengguna harus mengetahui jenis, klasifikasi dan karakteristik pestisida yang dipakai. Tanpa memahami faktor-faktor tersebut maka ada beberapa dampak negatif berkaitan dengan hasil aplikasi pestisida : OPT tidak mempan karena bahan aktif yang digunakan tidak sesuai. Timbulnya
fgdl6.
jenis bahan aktif pestisida dan fungsinya