π Tafsiran Kejadian 6 1 8
Teks -- Kejadian 1:27 (TB) Tampilkan Strong. Konteks. 1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Paralel Ref. Silang (TSK) Ref. Silang (FULL) ITL.
Nas : Kej 2:15. Pada saat ini Adam selaku manusia pertama kudus, bebas dosa dan dalam hubungan yang sempurna dengan Allah. Adam merupakan puncak ciptaan Allah dan diberikan tanggung jawab untuk bekerja di bawah pengarahan Allah dalam memelihara ciptaan-Nya ini. Hubungan harmonis di antara Allah dengan manusia ini hilang karena Adam dan Hawa
Matthew Henry, Tafsiran Kitab Kejadian, (Surabaya: Penerbit Momentum, 2014), 55. 12. Victor Hamilton, The New Internat ional Commentary on the Old Testament The Boo k of Genesis Chapter 1 β 17,
TB: Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN. AYT: Namun, Nuh mendapat perkenanan di mata TUHAN. TL: Tetapi Nuh itu mendapat karunia di hadirat Tuhan. MILT: Namun, Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN (YAHWEH - 03068).
Teks -- Yesaya 6:1-8 (TB) Tampilkan Strong. Konteks. Yesaya mendapat panggilan Allah. 6:1 Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci . 6:2 Para Serafim berdiri di sebelah atas-Nya, masing-masing mempunyai enam sayap; dua sayap dipakai untuk menutupi muka
Kejadian 6:12. Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak q benar, sebab semua manusia menjalankan hidup r yang rusak di bumi. Allah mengamati bumi, dan lihatlah, ia sudah rusak, sebab semua manusia telah merusak jalan hidupnya di bumi. Maka ditilik Allah kepada bumi, sesungguhnya telah rusaklah adanya, karena segala manusia di atas bumi telah
Tafsiran Kejadian Perjanjian Lama (Indonesian) Kejadian 1 : 1-2, 3-5, 6-8, 9-13, 14-19, 20-23, 24-25, 26-28, 29-30, 31 Kejadian 2 : 1-3, 4-7, 8-15, 16-17, 18-20
Jerusalem: Luk 2:7 - di rumah penginapan. Kata Yunani yang dipakai yang di pakai di sini (Kataluma) agaknya tidak berarti "rumah penginapan umum" (Yunaninya: pandokheion, Luk 10:34 ), tetapi "ruangan bangsal", 1Sa 1:18; 1Sa 9:22; Luk 22:11 dsj, ialah tempat tinggal pamili Yusuf. Kalau Yusuf bertempat tinggal di Betlehem lebih mudah dimengerti
10:1 Inilah keturunan b Sem, Ham dan Yafet 1 , c anak-anak d Nuh. Setelah air bah itu lahirlah anak-anak lelaki bagi mereka. 10:2 Keturunan Yafet 2 ialah Gomer, e Magog, f Madai, Yawan, g Tubal, h Mesekh i dan Tiras. 10:3 Keturunan Gomer ialah Askenas, j Rifat dan Togarma. k 10:4 Keturunan Yawan ialah Elisa, l Tarsis, m orang Kitim n dan orang
Daftar IsiCatatan Kata/Frasa , , Catatan Rentang AyatMatthew Henry. Karena dosa Israel, Allah menyatakan bahwa seorang malaikat akan memimpin mereka ke tanah yang dijanjikan (ayat Kel 33:1-3 ). Akan tetapi, Musa yang tidak bersedia menerima keputusan ini, sekali lagi memohon kepada Allah (ayat Kel 33:12-14 ), sebagaimana telah dilakukannya
GarisBesar Kejadian. Asal mula dosa manusia (1-13) Dusta pertama
Jerusalem: Kej 6:1-4. Bagian ini berasal dari tradisi Yahwista. Maksudnya kurang jelas. Pengarang suci memanfaatkan sebuah ceritera rakyat mengenai "orang-orang raksasa" di zaman dahulu. Dalam bahasa Ibrani mereka disebut "Nefelim". Menurut legenda tsb raksasa-raksasa itu adalah hasil perkawinan perempuan manusia dengan makhluk-makhluk sorgawi.
hkwWiN. mewakili Kapolri Jenderal Timur Pradopo. 1 Angka-angka ini bukanlah sesuatu yang biasa, tetapi ini menunjukan bahwa manusia semakin hari semakin jahat. Bukan hanya di Indonesia, masih banyak negara-negara lain pula yang memiliki tingkat kejahatan yang lebih tinggi dari Indonesia. Namun dari data statistic Indonesia sudah cukup menunjukan bahwa kejahatan manusia terus berlangsung hingga saat ini. Tetapi yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana sikap Allah akan kejahatan yang demikian terjadi, apakah Allah adalah Allah yang tidak perduli akan kejahatan manusia yang samakin meningkat setiap harinya? Perspektif inilah kemudian yang akan dibahas oleh penulis. Masalah kejahatan seakan-akan membuat sebagian orang meragukan bahwa Allah turut mengontrol keadaan dunia ini. Jika memang Allah mengontrol dunia, mengapa kejahatan masih saja terjadi dan mengapa Allah tidak turut mengambil bagian untuk menghentikan kejahatan tersebut?
6Kejahatan manusia61-8 1Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan, 2maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka. 3Berfirmanlah Tuhan βRoh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja.β 4Pada waktu itu orang-orang raksasa ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan. 5 Mat. 2437; Luk. 1726; 1Ptr. 320 Ketika dilihat Tuhan, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata, 6maka menyesallah Tuhan, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya. 7Berfirmanlah Tuhan βAku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka.β 8Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata Nuh69-22 9 2Ptr. 25 Inilah riwayat Nuh Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah. 10Nuh memperanakkan tiga orang laki-laki Sem, Ham dan Yafet. 11Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan. 12Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi. 13Berfirmanlah Allah kepada Nuh βAku telah memutuskan untuk mengakhiri hidup segala makhluk, sebab bumi telah penuh dengan kekerasan oleh mereka, jadi Aku akan memusnahkan mereka bersama-sama dengan bumi. 14Buatlah bagimu sebuah bahtera dari kayu gofir; bahtera itu harus kaubuat berpetak-petak dan harus kaututup dengan pakal dari luar dan dari dalam. 15Beginilah engkau harus membuat bahtera itu tiga ratus hasta panjangnya, lima puluh hasta lebarnya dan tiga puluh hasta tingginya. 16Buatlah atap pada bahtera itu dan selesaikanlah bahtera itu sampai sehasta dari atas, dan pasanglah pintunya pada lambungnya; buatlah bahtera itu bertingkat bawah, tengah dan atas. 17Sebab sesungguhnya Aku akan mendatangkan air bah meliputi bumi untuk memusnahkan segala yang hidup dan bernyawa di kolong langit; segala yang ada di bumi akan mati binasa. 18Tetapi dengan engkau Aku akan mengadakan perjanjian-Ku, dan engkau akan masuk ke dalam bahtera itu engkau bersama-sama dengan anak-anakmu dan isterimu dan isteri anak-anakmu. 19Dan dari segala yang hidup, dari segala makhluk, dari semuanya haruslah engkau bawa satu pasang ke dalam bahtera itu, supaya terpelihara hidupnya bersama-sama dengan engkau; jantan dan betina harus kaubawa. 20Dari segala jenis burung dan dari segala jenis hewan, dari segala jenis binatang melata di muka bumi, dari semuanya itu harus datang satu pasang kepadamu, supaya terpelihara hidupnya. 21Dan engkau, bawalah bagimu segala apa yang dapat dimakan; kumpulkanlah itu padamu untuk menjadi makanan bagimu dan bagi mereka.β 22Ibr. 117 Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya. Terjemahan Baru Bible Β© Indonesian Bible Society 1974, Selebihnya Tentang Alkitab Terjemahan Baru
Kejadian 61-8 adalah salah satu cerita paling terkenal dalam Alkitab. Cerita ini menceritakan tentang banjir besar yang menghancurkan dunia pada masa Nuh. Cerita ini juga memiliki makna spiritual yang dalam, yang mengajarkan tentang kepercayaan, kesetiaan, dan keadilan. Mari kita pelajari lebih lanjut tentang tafsiran dari Kejadian 61-8. Kejadian 61-2 Orang-orang Mulai Memperkosa Kehendak Allah Pada saat itu, dunia dipenuhi dengan kejahatan dan kekerasan. Orang-orang mulai memperkosa kehendak Allah, melakukan dosa dan menolak untuk bertobat. Pada saat itu, anak-anak Allah mulai menikahi anak-anak manusia yang tidak taat. Hal ini menyebabkan dunia semakin rusak dan jauh dari kehendak Allah. Kejadian 63 Allah Memberikan Peringatan kepada Manusia Allah memberikan peringatan kepada manusia bahwa waktu mereka di dunia ini sudah hampir habis. Allah memberikan waktu 120 tahun kepada manusia untuk bertobat dan kembali kepada-Nya. Namun, kebanyakan manusia tetap menolak untuk mendengarkan peringatan Allah. Kejadian 64-5 Manusia Terus Berdosa dan Menolak untuk Bertobat Walaupun telah diberi peringatan, manusia tetap terus berdosa dan menolak untuk bertobat. Mereka tetap melakukan kejahatan dan kekerasan, membuat dunia semakin rusak. Karena itu, Allah memutuskan untuk memberikan hukuman yang adil, yaitu banjir besar yang akan menghancurkan dunia. Kejadian 66-7 Allah Menyesal Telah Menciptakan Manusia Saat itu, hati Allah penuh dengan kesedihan dan penyesalan karena manusia yang telah diciptakan-Nya melakukan kejahatan dan menolak untuk bertobat. Allah merasa bahwa Ia telah membuat kesalahan dalam menciptakan manusia. Namun, Allah tidak kecewa dan tetap berencana untuk menyelamatkan Nuh dan keluarganya. Kejadian 68 Nuh Menemukan Kasih Karunia di Mata Allah Meskipun manusia di dunia itu telah berdosa dan menolak untuk bertobat, Nuh tetap setia kepada Allah. Allah melihat kepercayaan dan kesetiaan Nuh dan memberinya kasih karunia. Allah memilih Nuh dan keluarganya untuk diselamatkan dari banjir besar yang akan datang. Kejadian 69 Nuh Adalah Seorang yang Saleh dan Setia kepada Allah Nuh adalah seorang yang saleh dan setia kepada Allah. Ia hidup dengan cara yang benar dan taat kepada kehendak Allah. Karena itu, Allah memilih Nuh untuk menjadi penyelamat bagi umat manusia dan hewan-hewan di bumi. Kejadian 610-11 Allah Memerintahkan Nuh untuk Membuat Bahtera Allah memerintahkan Nuh untuk membuat bahtera yang besar dan kuat untuk menyelamatkan dirinya, keluarganya, dan hewan-hewan di bumi dari banjir besar yang akan datang. Nuh taat kepada perintah Allah dan dengan tekun membuat bahtera tersebut. Kejadian 612-14 Bahtera Nuh Siap untuk Menghadapi Banjir Besar Setelah Nuh menyelesaikan bahtera tersebut, ia memenuhi perintah Allah untuk mengumpulkan hewan-hewan di bumi dan memasukkannya ke dalam bahtera. Bahtera Nuh siap untuk menghadapi banjir besar yang akan datang. Saat banjir besar datang, semua yang hidup di bumi, kecuali Nuh dan keluarganya beserta hewan-hewan dalam bahtera, hancur dan mati. Banjir besar itu menghancurkan dunia seperti yang dikatakan dalam Kejadian 617. Kejadian 618-22 Nuh dan Keluarganya Diselamatkan dari Banjir Besar Karena kepercayaan dan kesetiaannya kepada Allah, Nuh dan keluarganya diselamatkan dari banjir besar tersebut. Setelah banjir mereda, Nuh dan keluarganya membuka pintu bahtera dan memulai kehidupan baru di bumi yang baru. Konklusi Pelajaran Penting dari Kisah Banjir Besar dalam Kejadian 61-8 Kisah banjir besar dalam Kejadian 61-8 mengajarkan kita beberapa pelajaran penting. Pertama, Allah mencintai kesetiaan dan kepercayaan kita kepada-Nya. Kedua, Allah selalu memberikan peringatan kepada kita dan memberi kesempatan untuk bertobat. Ketiga, Allah memberikan hukuman yang adil kepada mereka yang menolak untuk bertobat. Keempat, Allah selalu memberikan kasih karunia kepada mereka yang taat kepada-Nya. Kelima, Allah selalu menepati janji-Nya dan menyelamatkan orang-orang yang setia kepada-Nya.
tafsiran kejadian 6 1 8